Bara Mega Quantum (BMQ), Eka Nurdianty membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan salah satu perusahaan tambang di hulu Sungai Bengkulu menjadi penyebab banjir dan longsor adalah pertambangan miliknya. "Saya harus luruskan dulu sejumlah pihak menyebut ada delapan perusahaan tambang pemicu banjir dan longsor di Bengkulu. Baca juga: BNPB: Kerugian Sementara Banjir dan Longsor di Bengkulu Rp 144 MiliarEka menjelaskan, saat ini perusahaan yang ia pimpin sama sekali belum pernah melakukan operasi eksploitasi batubara di hulu Sungai Bengkulu. Baca juga: 5 Fakta Bencana Banjir dan Longsor di Bengkulu, 29 Orang Meninggal hingga Banjir Akibat Aktivitas TambangIa menolak tudingan bahwa perusahaannya sebagai penyebab banjir dan longsor pada 27 April 2019 yang memakan 30 nyawa penduduk. Menurut dia, pertambangan bukan satu-satunya yang berkontribusi menjadi penyebab banjir dan longsor.
Source: Kompas May 02, 2019 06:22 UTC