REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden Rodrigo Duterte telah menolak seruan dari China untuk menarik kapal-kapal Filipina dari perairan yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS). Duterte tegaskan tidak akan tunduk pada tekanan, bahkan jika itu membahayakan persahabatannya dengan Beijing. Filipina telah meningkatkan kehadirannya di daerah-daerah yang diperebutkan di zona ekonomi eksklusif (ZEE), termasuk pulau Thitu, dekat instalasi militer China. Pernyataan Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat muncul ketika tekanan meningkat padanya untuk mengabaikan pendekatan hubungan dengan China, dan membela apa yang dikatakan menteri pertahanannya sebagai "provokasi terang-terangan". Dalam pidatonya di televisi terbaru, Duterte mengatakan bahwa dia percaya pada keseluruhan putusan itu.
Source: Republika May 14, 2021 10:52 UTC