TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya kasus baru Covid-19 dan angka kematiannya di Indonesia memicu penilaian akan vaksin Sinovac, CoronaVac, yang telah digunakan selama ini. Efektivitas vaksin ini semakin diragukan setelah sejumlah negara di dunia tak merekomendasikan, bahkan tak mengakui, penggunaan vaksin ini. “Jadi kalau ada kesempatan vaksinasi, ya terima saja, tidak usah pilih-pilih vaksin A, B, atau C,” kata Amin menambahkan. Sebagai informasi, otoritas pengendalian penyakit di Cina telah melakukan studi bagaimana efektivitas dari vaksin Sinovac. Studi penggunaan vaksin Sinovac itu diterbitkan pada 25 Juli 2021, dan belum ditinjau oleh rekan sejawat (peer-review).
Source: Koran Tempo August 02, 2021 23:37 UTC