REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan, intensitas kegiatan impor gula oleh pemerintah Indonesia yang tinggi sudah terlihat sejak 2009. Faisal mengatakan, puncak peningkatan impor gula terjadi pada tahun lalu. "Kita melampaui Cina dan Amerika Serikat," ujarnya dalam konferensi pers Indef bertajuk Manisnya Rente Impor Gula di Jakarta, Senin (14/1). Salah satu penyebabnya, tingkat kesejahteraan petani menurun karena sulit menjual gula sendiri akibat persaingan dengan gula impor yang semakin membanjiri pasar. Ekonom Indef Achmad Heri Firdaus mengatakan, impor gula tidak diiringi dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin).
Source: Republika January 14, 2019 11:15 UTC