Justru sebaliknya, kata Younger, Iran menunjukkan keunggulan dalam peperangan yang sudah dipersiapkan lama dalam meladeni duo agresor Trump dan Benjamin Netanyahu si penjahat perang. “Saya harus mengatakan kesimpulan itu (keunggulan Iran),” ujarnya. Iran, kata dia mengambil momentum krusial menghadapi agresi AS-Zionis setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Wali Agung Iran Ali Khamenei pada pembuka invansi 28 Februari 2026 lalu. Menurut Younger, Iran memang sudah mempersiapkan diri menghadapi peperangan ini sejak Juni 2025 lalu. Menurut Younger, Iran pun membuat perhitungan terhadap AS-Zionis dengan menghantam semua pihak yang turut membantu dua agresor tersebut di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Source: Republika March 26, 2026 11:29 UTC