Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyatakan, industri tekstil di Jabar berkembang pesat salah satunya karena faktor upah minimum regional (UMR). Di Jatim, khususnya di ring 1, besaran UMR bisa mencapai Rp 3,9 juta. Bagi industri tekstil dan produk tekstil yang padat karya, tentu UMR sebanyak itu memberatkan. “Tapi, kami punya daerah ke arah barat yang besaran UMR turun hingga 50 persen lebih. Ketua Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) Jatim Haryono menambahkan, ada 37 perusahaan tekstil dan produk tekstil skala menengah dan besar di Jatim.
Source: Jawa Pos October 16, 2019 13:18 UTC