Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di aliran Sungai Ciliwung, kawasan Pasar Baru, Jakarta, 18 Januari 2018. ANTARA/Aprillio AkbarTEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan peningkatan endapan lumpur (sedimentasi) akibat kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai (DAS) hulu Sungai Ciliwung. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Jarot Widyoko, membenarkan bahwa sedimentasi di Sungai Ciliwung semakin berat. Pada 2006, ketika curah hujan mencapai 153 milimeter per hari, debit banjir di hulu Ciliwung maksimal 271 meter kubik per detik. "Ini indikasi menurunnya daya dukung DAS di Ciliwung hulu," ucap Yuliarto.
Source: Koran Tempo March 24, 2018 05:15 UTC