Percobaan kudeta diawali dengan pernyataan pemberlakuan hukum darurat militer dan jam malam oleh sejumlah aparat militer pelaku kudeta. (Burak Kara/Getty Images)TEMPO.CO, Ankara- Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan menyatakan akan memberlakukan hukuman mati bagi komplotan pelaku kudeta pada Jumat malam, 15 Juli 2016. Erdogan beralasan, pemberlakuan hukuman mati atas permintaan para pendukungnya. Senin, 18 Juli 2016 | 07:31 WIBRecep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. Namun Perdana Menteri Binali Yildrim, seperti dilansir Sky News, menuturkan Turki sedang mempertimbangkan merevisi undang-undangnya agar bisa memberlakukan hukuman mati.
Source: Koran Tempo July 18, 2016 00:31 UTC