REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sekretariat ASEAN menyatakan frekuensi penerbangan yang ditingkatkan menjadi salah satu dari tiga faktor utama sektor pariwisata di negara-negara berkembang ASEAN. "Faktor pertama adalah frekuensi penerbangan yang meningkat sehingga akan berpengaruh pada opportunity travel (kesempatan bepergian). Saat ini, Bandar Udara Soekarno-Hatta menjadi bandara terpadat di Asia Tenggara dengan 8.800 penerbangan setiap hati, diikuti oleh Kuala Lumpur sebanyak 6.500 penerbangan dan Changi Airport Singapura sebanyak 4.500 penerbangan. Eddy menjelaskan ada dua faktor lainnya yang membuat pariwisata ASEAN berkembang dan mendominasi sekitar 60 persen terhadap ekonomi intra-Asia. Dalam diskusi "SeringSharing" yang diadakan Growinc Group Indonesia tersebut, Eddy juga menjelaskan mengenai strategi dan tantangan yang dihadapi industri pariwisata oleh negara anggota ASEAN.
Source: Republika August 27, 2016 00:45 UTC