"Kami mendapatkan informasi itu dari jaringan intelijen Nahdlatul Ulama, namun kami tidak bisa menyampaikan indikator yang menunjukkan zona merah radikalisme itu di Jember," katanya di sela-sela Apel Kebangsaan Menolak Gerakan Radikalisme dan Menolak Khilafah yang digelar GP Ansor di alun-alun Jember, Jawa Timur, Jumat sore 10 Februari 2017. Poin pertama yakni pimpinan cabang GP Ansor Jember siap mempertahankan NKRI dan Pancasila. Kedua, GP Ansor Jember menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme, dan khilafah di bumi nusantara. Ketiga, GP Ansor Jember meminta Pemkab Jember untuk bersikap tegas menghentikan kegiatan organisasi masyarakat yang anti-NKRI dan Pancasila. Gus Aab mengatakan NU, GP Ansor bersama Banser akan mengawal NKRI karena Banser dan GP Ansor sebagai benteng ulama yang siap mengawal NKRI hingga titik darah penghabisan.
Source: Koran Tempo February 11, 2017 07:27 UTC