JawaPos.com – Para orang tua diminta lebih banyak menyerap informasi tentang bahaya penyakit pneumonia untuk melindungi buah hati mereka. “Selain itu, pneumonia juga sering terlambat disadari karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold). Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka,” katanya dalam webinar Save the Children, STOP Pneumonia dalam rangka Hari Pneumonia Dunia (HPD) tanggal 12 November, Kamis (5/11). Pneumonia adalah penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan dengan prevalensi 15,5 persen. Director Pfizer Indonesia Bambang Chriswanto Public Affairs mengatakan perlu kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, terhadap penyakit pneumonia pada anak.
Source: Jawa Pos November 06, 2020 05:07 UTC