TEMPO.CO, Jakarta - Google tidak akan mengizinkan pengunaan perangkat lunak kecerdasan buatannya digunakan untuk senjata atau pengawasan yang tidak masuk akal di bawah kebijakan baru perusahaan. Larangan ini akan membantu menajemen meredam portes yang dilakukan ribuan pegawainya yang menentang kerjasama dengan militer Amerika Serikat untuk identifikasi objek melalui drone video. Google telah mengumumkan tidak akan memperbarui kontrak untuk membantu militer Amerika Serikat menganalisis citra udara tak berawak yang akan berakhir pada Maret. Pemrotes mengatakan proyek ini berlawanan dengan prinsip perusahaan yang tidak akan menggunakan teknologi untuk tujuan mematikan dan berbahaya. Manajemen Google telah mengatakan kepada karyawan bahwa Google mendapatkan kurang dari US$ 10 juta atau Rp 139 miliar untuk program Maven.
Source: Koran Tempo June 08, 2018 09:22 UTC