Menurut Prof. Dr. Sukron Kamil, Guru Besar Sastra Banding dan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menilai cara pandang Sukmawati yang membandingkan Islam dengan budaya nusantara seperti cara berpikir orang-orang zaman Orde Baru. "Cara berpikir Sukmawati ini seperti cara berpikir orang-orang zaman orde baru. Seperti kidung yang merupakan produk dari para Wali Songo, yang adalah hasil dialog antara keislaman dan keindonesiaan. "Tapi ini problematik membandingkan azan dengan kidung dan cadar juga terlalu ekstrim. Dia seharusnya menggabungkan kidung nusantara dengan seni musik budaya Islam," katanya.
Source: Republika April 03, 2018 12:45 UTC