Ada juga yang meminta maaf atas tragedI tersebut, salah satunya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Hal ini Gus Dur sampaikan di beberapa kesempatan terutama dalam pertemuan-pertemuan dengan berbagai LSM (Lembaga Swadya Masyarakat) atau dengan sahabat-sahabat. Bagi Gus Dur, Tap MPRS tersebut bertentangan dengan konstitusi. Peristiwa tersebut kembali diceritakan asisten pribadi Gus Dur, Sastro Al Ngatawi, dalam sebuah diskusi buku di Jakarta. Tapi kalau sampai maaf Gus Dur itu dianggap untuk membuat tuntutan ganti rugi dari APBN dan yang lainnya atau yang lebih dari sewajarnya dan merusak NKRI maka saya kira itu melebihi maksud dari Gus Dur," katanya.
Source: Koran Tempo October 04, 2021 07:18 UTC