JAKARTA, KOMPAS.com - Bahana Securities menurunkan proyeksi harga nikel dari sekitar 12.500 dollar AS per ton menjadi 9.500 dollar AS per ton. Kebijakan Filipina menghentikan kegiatan tambang 20 perusahaan karena isu lingkungan diperkirakan akan mempengaruhi harga nikel. Tetapi, kebijakan pemerintah Indonesia merelaksasi aturan ekspor mineral sehingga mendorong produksi lebih tinggi dari permintaan, kemungkinan akan membuat harga nikel jatuh di bawah 10.000 dollar AS per ton, atau bisa turun 16,8 persen dibandingkan harga tertinggi 2016 di level 11.589 dollar AS per ton. "Dengan adanya tambahan profit ini, Bahana sedang berhitung kembali untuk target price ANTM yang saat ini sebesar 830," imbuh Andrew. "Bahana merekomendasikan beli untuk kode saham AKRA ini dengan target harga 8.000," kata Andrew.
Source: Kompas January 31, 2017 12:34 UTC