"Menulis itu sangat mudah, tinggal ambil pena, ambil kertas, menulislah," ucapnya yang disambut tawa hadirinSedangkan Irwan Kelana menekankan para dai untuk dapat menulis dengan memanfaatkan sarana yang tersedia, terutama media sosial "Media sosial dapat digunakan para dai untuk menulis sebagai sarana dakwah. Untuk apa dai menulis, pertama mengabarkan berita kegiatan, kedua menginspirasi, ketiga mengedukasi, dan keempat mengajak partisipasi," jelasnya. Untuk dapat menjalankan hal tersebut Irwan Kelana yang juga cerpenis itu mendorong agar para dai memiliki sudut pandang yang benar. "Dalam menggunakan media sosial sebagaisarana dakwah para dai mesti memahami bahwa kegiatan menulis pengalaman berdakwah adalah jalan dakwah. Kegiatan Pelatihan Dai Menulis yang dimoderatori Ketua Umum Penulis Muda Indonesi(PENA) Imam Nawawi itu diakhiri dengan pemberian doorprize kepada tiga peserta yang bertanya pada sesi diskusi.
Source: Republika January 20, 2019 18:56 UTC