REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Direktur Arakan Project Chris Lewa menyebut militer Myanmar berupaya menghilangkan bukti pembantaian mereka dengan membakar jasad-jasad Muslim Rohingya di Rakhine. Lewa mengungkapkan, organisasinya telah mendokumentasikan sedikitnya 130 pembunuhan Rohingya di satu permukiman di wilayah Rathedaung. Arakan Project masih melakukan wawancara dengan warga Rohingya yang telah mengungsi ke Bangladesh. Terkait kekerasan di Rakhine, Aung San Suu Kyi telah didesak untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembantaian Rohingya oleh militer Myanmar. "Selama beberapa tahun terakhir saya berulang kali mengutuk perlakukan tragis dan memalukan (militer Myanmar) ini.
Source: Republika September 04, 2017 12:22 UTC