(AP Photo/dpa, Michael Kappeler)TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan Turki dengan Uni Eropa kian memburuk setelah terjadi kudeta gagal, 15 Juli 2016. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuding Uni Eropa telah mempermalukan Turki terkait visa dengan alasan membendung pendatang. Menurut Uni Eropa, Turki terlalu keras membungkam para tersangka kudeta, termasuk pemecatan terhadap lebih dari 2.000 anggota militer. Turki dengan nada geram menolak kritik Uni Eropa ketika petugas keamanan negara mengejar para tersangka pelaku kudeta. Menurut Uni Eropa, cara-cara yang ditempuh Turki telah melanggar hak asasi manusia, yang semestinya dijunjungi tinggi oleh Turki bila ingin bergabung dengan blok Eropa tersebut.
Source: Koran Tempo August 15, 2016 13:18 UTC