REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pakar ICMI, Anton Tabah Digdoyo mengingatkan kembali bahwa mengajak umat Islam memilih pemimpin Muslim bukanlah perbuatan SARA dan dan radikal. Menurut Anton, ajakan memilih pemimpim Muslim disampaikan untuk menanggapi isu yang menganggap menyatakan itu radikal dan SARA. Karena itu, kata dia, bukan umat Islam yang mengkafirkan, tapi Kitab Alquran dan itu bukan SARA dan radikal. Menurut Anton, tokoh kristen Kwik Kian Gie secara tegas menyatakan umat Islam yang ajak berikrar memililh pemimpin harus sesama Muslim itu bukan SARA bahkan itulah praktek dari Pancasila dan UUD45. "Karena itu Polri tak punya alasan lakukan upaya paksa pada tokoh-toloh Muslim yang melarang umatnya memilih pemimpin kafir," katanya.
Source: Republika April 17, 2017 00:22 UTC