Ia menilai ada kesengajaan dari pihak tertentu untuk menerapkan grand design yang bertujuan menipiskan kepercayaan publik akan kinerja dokter dan rumah sakit Indonesia. Dimulai dengan intervensi (atas) pelayanan kesehatan Indonesia (dan) dunia pendidikan kedokteran di Indonesia," jelasnya, Senin (18/7). Marsis menegaskan, penanganan vaksin palsu sejauh ini justru membuat para dokter resah, terutama setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin ilegal. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Ilham Oetama Marsis mengatakan profesi dokter dan pihak rumah sakit menjadi korban dalam kasus produksi dan peredaran vaksin palsu. Sehingga, warga negara asing berkompetisi dengan tenaga kesehatan dan rumah sakit milik Indonesia.
Source: Republika July 18, 2016 09:11 UTC