Pertemuan ini merupakan lanjutan dari Konferensi I Bela Negara Ulama Tarekat pada 2016, tercetus sembilan konsensus bela negara di antaranya penolakan terhadap terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama. “Tentu kami mengharap kontribusi aktif bangsa Indonesia,” katanya dalam Konferensi Internasional Bela Negara II Ulama Tarekat di Pekalongan, Rabu (28/7). Konferensi dengan tema “Bela Negara; Konsep dan Urgensinya dalam Islam itu” terselenggara berkat kerjasama Jam’iyyah Ahl Thariqah an-Nahdliyah (Jatman) dan Kementerian Pertahanan dan dijadwalkan berakhir besok, Jumat (29/7). Selain itu, karakter dan corak beragama di Indonesia lebih didominasi dengan Islam yang moderat. Direktur dan Pembina Pusat Kajian Syariat Yordania, Syekh ‘Aun Mui’n al-Qaddumi, mengatakan Indonesia mempunyai modal dan potensi strategis sebagai kiblat dan rule model kecintaan dan loyalitas terhadap negara.
Source: Republika July 28, 2016 14:48 UTC