REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) mengungkapkan Indonesia masih kekurangan jutaan bibit puyuh produktif. Akibatnya, target permintaan telur puyuh tingkat nasional sulit dipenuhi. Ketua APPI Slamet Wuryadi menjelaskan permintaan akan telur puyuh tengah meningkat drastis. Slamet menjelaskan tingginya permintaan telur puyuh terjadi lantaran masyarakat mulai "melek" gizi. "Telur puyuh mempunyai kadar protein paling tinggi dibandingkan unggas lainnya sementara kadar lemaknya terendah," ungkap Slamet.
Source: Republika May 28, 2017 09:22 UTC