Susy menyatakan, perubahan tersebut diperlukan karena PBSI tak hanya menangani prestasi global saja namun juga pada klub-klub yang ada di Indonesia. Dimana nanti setiap atlet atau pemain masuk tak bisa begitu saja," kata Susy di Jakarta, Ahad (22/1). "Nanti //nggak// bisa yang punya uang saja bisa main lalu berangkat tapi //nggak// bisa dapat juara," kata Susy. Selain itu, Susy memastikan juga masih ada pemain rangkap di Pelatnas PBSI. Dengan adanya pemain rangkap pada jenjang pratama, Susy menilai justru itu melatih mental, fisik, dan penguasaan lapangan pada atlet junior.
Source: Republika January 22, 2017 11:00 UTC