Maka Islam menjadi sesuatu yang tersandera karena ditelikung oleh kelompok elite umatnya sendiri yang telah berhenti berfikir kreatif. Diktum ini masih dikutip berulang-ulang oleh berbagai kalangan, tetapi tanpa pemahaman yang benar dan dalam. Adalah sebuah ironi yang sangat melelahkan, ajaran yang begini universal, anggun, dan humanis, telah dicemari oleh daki-daki sektarianisme dan sukuisme yang membunuh cita-cita suci Islam. Islam yang dibungkus dalam mantel sektarianisme dan sukuisme jelas berkhianat terhadap al-Qur’an dan cita-cita kenabian. Tetapi jika Islam yang hilang, tidak akan ada gantinya.” Ucapan ini teramat dalam dan tajam yang menembus relung-relung saraf mereka yang masih punya kepekaan ruhani.
Source: Republika September 26, 2016 22:52 UTC