Isu Raja Perempuan, MUI Yogya: Sultan Sebaiknya Tetap Laki-laki - News Summed Up

Isu Raja Perempuan, MUI Yogya: Sultan Sebaiknya Tetap Laki-laki


Isu Raja Perempuan, MUI Yogya: Sultan Sebaiknya Tetap Laki-lakiAdik kandung Sri Sultan Hamengkubuwono X, KGPH Hadiwinoto melangsungkan ritual Ngabekten kepada raja jawa Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Kencono, kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (8/8). TEMPO.CO, Yogyakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan tak ikut campur urusan suksesi raja Keraton Yogyakarta pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi atas gugatan Undang-Undang Keistimewaan (UUK) Nomor 13 tahun 2012. Ketua MUI DIY Kiai Haji Toha Abdurrahman menuturkan polemik soal isu raja perempuan Keraton Yogyakarta sebaiknya diselesaikan dengan mendasarkan pada Undang-Undang Keistimewaan. Baca: Perempuan Bisa Jadi Raja di Yogya, Adik Sultan: Akan Picu KonflikToha menuturkan sesuai UU Keistimewaan dan juga paugeran keraton, raja Yogyakarta harus bergelar Sultan Hamengku Buwono sebagai khalifatullah atau pemimpin. Lihat: Isu Raja Perempuan, Adik Sultan HB X Tetap Pimpin Grebeg BesarCondro yang juga pengelola museum di lingkungan Keraton Yogya ini menegaskan suksesi raja dan paugeran merupakan ranah para putra putri Sultan HB IX, HB X, dan anak-anak Sultan HB X sehingga tidak ada orang lain yang boleh ikut campur.


Source: Koran Tempo September 15, 2017 14:03 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */