Ankara, Beritasatu.com- Turki menguraikan rencananya untuk "zona aman" sepanjang 120 kilometer di Suriah pada malam sebelum batas waktu penarikan besar pasukan, ketika Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh Barat "mendukung teroris". Turki telah memperingatkan bahwa jika desakan itu tidak terjadi, maka akan melanjutkan ofensifnya terhadap milisi YPG Kurdi Suriah, yang dimulai setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan menarik pasukan dari daerah itu. “Saran saya adalah agar kita mendirikan zona keamanan yang dikendalikan secara internasional yang melibatkan Turki dan Rusia,” ujar Kramp-Karrenbauer, juga pemimpin partai konservatif Kanselir Angela Merkel, mengatakan kepada penyiar Deutsche Welle. Meskipun Presiden Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali mengatakan Turki menginginkan "zona aman" sepanjang 444 kilometer, tahap pertama dari rencana hanya akan mencakup seperempat jarak tersebut. Kesepakatan antara rezim Suriah dan pasukan Kurdi untuk mengizinkan pasukan Damaskus ke bagian-bagian tertentu Suriah utara tampaknya telah menggagalkan rencana Ankara untuk "zona aman" yang lebih besar.
Source: Suara Pembaruan October 23, 2019 00:56 UTC