REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengecam keras serangan yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyerangan oleh militer terhadap etnis Rohingya ini salah satu yang terparah sejak 2012 lalu karena disertai pembakaran terhadap rumah-rumah etnis Rohingya. Hidayah menambahkan, jaminan terhadap HAM yang seharusnya dijamin oleh negara, namun yang terjadi di Myanmar pelanggaran HAM justru dilakukan dan dilegitimasi oleh negara. KAMMI menilai etnis Rohingya telah mengalami penindasan sejak rezim militer di Myanmar berkuasa. Menurut Kartika, Indonesia sebagai negara yang mampu merawat keragaman antar etnis dan agama, seharusnya mampu dan berperan aktif mempromosikan perdamaian di Asia Tenggara terutama di Myanmar.
Source: Republika November 20, 2016 10:28 UTC