TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu jenis disabilitas yang sering luput dari perhatian adalah difabel yang tidak kasat mata atau invisible disability. Asosiasi Penyandang Disabilitas Amerika mengkategorikan difabel tak kasat mata sebagai sebuah kondisi disabilitas yang ada dalam diri seseorang, yang membuat seseorang mengalami keadaan tertentu tanpa dapat dilihat orang lain. Asosiasi itu mencontohkan penyandang disabilitas mental intelektual, seperti autisme dan multiple schlerosis, pengguna organ tiruan (prostetik), dan disabilitas sensorik rungu. Sebab itu, banyak penyandang disabilitas tak kasat mata memilih tidak bersosialisasi lantaran banyak orang tidak mengetahui dan tidak berempati kepada mereka. Akibatnya, banyak perempuan multiple schlerosis yang kehilangan haknya sebagai difabel.
Source: Koran Tempo July 12, 2020 04:30 UTC