“Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. "BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujarnya. Denny menekankan, BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diketahui, nilai tukar rupiah masih terus mengalami tren pelemahan di tengah tingginya ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. Bank sentral akan selalu berada di pasar uang, baik spot market, DNDF, maupun NDF di offshore market untuk menjaga stabilitas rupiah.
Source: Republika April 08, 2026 08:22 UTC