Menurut analisis dari Beniamini, perangkat yang mudah terserang disebabkan beberapa faktor, yaitu bagaimana prosesor memverifikasi kode keamanan dan android kernel atau sistem operasi inti. Penemuan itu diungkapkan seorang ahli keamanan siber yang mengatakan, perangkat yang menjalankan Full Disk Encryption dan chipset Qualcomm sangat berisiko terserang hacker. Mereka mengatakan, jutaan pengguna perangkat andorid mudah terserang hacker. Google dan Qualcomm sudah bekerja untuk merilis penambalan terhadap keamanan android, namun Beniamini menyarankan agar masalah tersebut dapat dibenahi dengan pengharusan melakukan pembaharuan hardware. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli keamanan telah menemukan kekurangan serius yang dimiliki android.
Source: Republika July 06, 2016 19:07 UTC