JawaPos.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menyebut adannya 17,5 juta nama di daftar pemilih tetap (DPT) yang diduga invalid. Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dukcapil terkait ada 9,8 juta masyarakat yang memiliki lahir sama. Selanjutnya data pemilih yang diduga ganda saat BPN BPN menyerahkan sebanyak 3.165.093 ke KPU hasilnya adalah, data ganda hanya sebanyak 213.892 data yang terduplikasi lebih dari satu kali. BPN sudah menyerahkan temuan tersebut ke KPU. Tim IT BPN Agus Maksum mengatakan, KPU telah bersedia untuk menelisik temuan itu, apakah wajar atau tidak
Source: Jawa Pos April 15, 2019 14:15 UTC