REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai asumsi ekonomi makro, salah satunya pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3 persen lebih realistis daripada dalam APBN 2016. Rosan mengatakan asumsi makro 2017 dapat dicapai meskipun dengan tantangan yang besar di tengah menurunnya ekspor-impor serta pendapatan ekonomi. Sekarang pengusaha melihatnya lebih realistis untuk pencapaian pajak sehingga kami pun lebih nyaman menentukan rencana ke depan," ujar Rosan. Pemerintah juga menargetkan pendapatan negara dalam RAPBN 2017 sebesar Rp 1.737,6 triliun dengan mengacu pada tema kebijakan fiskal pada 2017 dan strategi yang mendukungnya. Sementara itu, belanja negara dalam RAPBN tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp 2.070,5 triliun, yang terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.310,4 triliun, dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 760 triliun.
Source: Republika August 19, 2016 01:30 UTC