REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah diharap bisa menjaga agar konsumsi masyarakat untuk daging sapi lokal bisa terjaga. Terlalu banyak sapi impor baik bakalan, maupun daging beku sapi dan kerbau akan mematikan para peternak sapi maupun rumah potong hewan (RPH) lokal. Pengamat Peternakan Ali Agus menuturkan, pemerintah memang tidak boleh leluasa dalam memberikan kuota daging sapi impor. Dekan peternakan Universitas Gajah Mada ini menjelaskan, dengan pasar daging sapi yang dikuasi daging sapi dan kerbau impor, daging sapi lokal mulai kehilangan peminat. Mereka mulai beranggapan bahwa beternak sapi saat ini sudah tidak menguntungkan karena kalah harga dengan daging sapi impor.
Source: Republika April 28, 2017 19:30 UTC