Data itu terungkap dalam survei terbaru Litbang Kompas dalam surveinya pada rentang waktu 22 Februari-5 Maret 2019. Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Garda Maharsi menilai, penurunan ini terjadi karena maraknya hoax. Itu terjadi karena black champaign yang dilakukan dari pintu ke pintu," kata Garda di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (20/3). Diketahui, berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi selisih 11,8 persen. Elektabilitas Prabowo-Sandi naik 4,7 persen dalam enam bulan, dari 32,7 persen pada Oktober 2018 menjadi 37,4 persen pada survei kali ini.
Source: Jawa Pos March 20, 2019 14:48 UTC