Jawapos.com - Kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyulut bara negeri tirai bambu. Ahli Ekonomi Perdagangan Universitas Indonesia, Fithra Faisal menuturkan kebijakan ekonomi Trump sebetulnya merugikan negaranya sendiri. Menurutnya, menjadi masuk akal jika penasihat ekonomi Trump memilih untuk mundur meninggalkan gedung putih. "Akan ada potensi kenaikan ongkos produksi sehingga ada ancaman PHK 6,5 juta orang yang secara langsung terlibat di industri manufaktur di Amerika. “Karena Amerika Serikat potensi pasarnya besar lalu dihambat pada akhirnya itu akan menguras prospek pasar Tiongkok di masa depan,” pungkasnya.
Source: Jawa Pos March 24, 2018 21:00 UTC