Beijing berusaha meredam berita aksi protes yang bertepatan dengan perayaan ke-22 penyerahan Hong Kong dari Inggris ke Pemerintah Cina pada Senin (1/7). Bahkan, Cina berupaya memblokir maupun menghapus berita-berita yang berkaitan dengan aksi protes di Hong Kong. Surat kabar pemerintah di Cina menyerukan tidak ada toleransi terhadap aksi protes Hong Kong yang berujung anarkistis. Di sisi lain, aksi protes tersebut menjadi sebuah ajang diskusi yang ramai di media sosial Cina. "(Aksi protes) Hong Kong menunjukkan Cina tidak dapat mengikuti sistem politik Barat.
Source: Republika July 03, 2019 05:37 UTC