Dengan menjual tiket dengan harga terjangkau, konektifitas antar wilayah di Indonesia dan kontinuitas pelayanan jasa transportasi udara akan tetap terjaga. Dalam hal penetapan besaran biaya tambahan (surcharge), Ditjen Perhubungan Udara berupaya mengakomodir kepentingan semua pihak yang bertujuan memberikan perlindungan konsumen, dan menjaga keberlangsungan usaha yang sehat. Adapun besaran surcharge untuk pesawat udara jenis jet, paling tinggi 15 persen (lima belas persen) dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai. Sedangkan pesawat udara jenis propeller, besaran biaya tambahan maksimal 25 persen (dua puluh lima persen) dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing maskapai. Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara akan mengevaluasi penerapan biaya tambahan sekurang-kurangnya tiap tiga bulan.
Source: Koran Tempo August 07, 2022 04:39 UTC