JawaPos.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim, kebijakan subsidi energi untuk masyarakat dalam hal ini subsidi listrik dan gas LPG 3 kilogram (kg) tidak tepat sasaran. Sehingga, membuat beban anggaran subsidi dalam APBN meningkat. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio N. Kacaribu mengatakan, subsidi tersebut tidak tepat sasaran karena yang menikmati subsidi bukan hanya masyarakat tidak mampu. Namun, orang-orang kaya pun ikut menikmati subsidi tersebut. Pihaknya pun akan melakukan transformasi subsidi LPG 3 kg dan subsidi listrik menjadi lebih efektif dengan meminta arahan dari Bandan Anggaran DPR.
Source: Jawa Pos June 09, 2021 12:41 UTC