REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah negara Barat berlomba-lomba mendekati China, kecewa berat dengan kebijakan Donald Trump yang dianggap tak lagi bisa diandalkan sebagai mitra strategis sepenuhnya. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menemui Xi Jinping pada Kamis, 29 Januari 2026, di Balai Agung Rakyat, Beijing. Ia kemudian mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping dan menggambarkan kunjungan itu sebagai "bersejarah," sebagaimana diberitakan sejumlah kantor berita Barat. "Para pemimpin Eropa pada dasarnya berlomba untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping," kata Hosuk Lee-Makiyama, direktur Pusat Kebijakan Ekonomi Politik Internasional Eropa, kepada sejumlah kantor berita. Ancaman untuk mencaplok Greenland atau Kanada telah sangat mengikis kepercayaan strategis terhadap AS.
Source: Republika February 02, 2026 11:50 UTC