Rencananya, AS akan membuka kedutaan di Yerusalem pada Mei mendatang. REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki mengatakan keputusan Amerika Serikat (AS) yang akan membuka kedutaan di Yerusalem telah mengabaikan keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Rencananya, AS akan membuka kedutaan di Yerusalem pada Mei mendatang. Kementerian Luar Negeri Turki pada Sabtu (24/2) mengatakan, keputusan AS sangat mengkhawatirkan. Perundang-undangan tersebut mengikuti usaha-usaha sebelumnya untuk menghapus manfaat jaminan sosial dan hak penyatuan kembali keluarga warga Palestina di Yerusalem.
Source: Republika February 24, 2018 20:37 UTC