Artinya, pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,02 persen. Bahkan, kaum milenial atau generasi muda, disebut mulai enggan memiliki hunian karena kondisi tersebut. Pengamat Ekonomi, Ari Kuncoro menilai, ada faktor lain yang mempengaruhi kaum milenial untuk enggan memiliki rumah hingaa saat ini. Kaum milenial khawatir mereka tidak dapat membayar kredit atas hunian yang telah mereka beli apabila mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Jadi sekarang ada ketidakpastiaan di kelas menengah khususnya kaum milenial," ujarnya kepada Jawapos.com saat ditemui di Jakarta, Senin (14/8).
Source: Jawa Pos August 14, 2017 09:00 UTC