"Saya kira harus kita sambut dengan rasa syukur kalau Dr. Zakir Naik mau ke Indonesia, mau mengadakan safari dakwah," kata Cendikiawan Muslim, KH Didin Hafidhuddin MSc kepada Republika.co.id, Senin (13/3). Jadi, Zakir Naik bisa dikatakan sebagai seorang dai yang diplomat karena beliau menjelaskan sesuatu dengan argumentasi yang bisa dipahami. KH Didin mengungkapkan, contohnya saat berbicara dengan orang Kristen, Zakir Naik mengetahui tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Menurutnya, bisa coba diadakan dialog secara terbuka, misalnya dialog Zakir Naik dengan para pendeta. "Tetapi yang mendengarkan (Zakir Naik) jangan hanya umat Islam, umat-umat yang lain juga boleh belajar, mendengarkan, mendiskusikan, menanyakan, menyampaikan," jelasnya.
Source: Republika March 13, 2017 12:11 UTC