REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Ma'ruf Amin mengungkapkan, terjadinya bencana tsunami Selat Sunda, tidak semata-mata karena adanya kemaksiatan seperti yang disebut-sebut sebagian kelompok masyarakat. Menurut dia, bencana tsunami memang bisa saja ada hubungannya dengan perilaku buruk manusia, tapi bisa juga tidak ada hubungannya dengan perbuatan maksiat masyarakat. Namun, menurut Kiai Ma'ruf, jika dilihat dari telak geografisnya, Indonesia memang berada di kawasan rawan bencana, di mana struktur kedaerahannya terdapat lempengan-lempengan yang bisa menyebabkan terjadinya banyak bencana. Menurut dia, bencana tsunami ini juga bisa terjadi di negara-negara lainnnya yang rawan bencana seperti halnya di Jepang. Karena itu, menurut Kiai Ma'ruf, bencana tsunami itu tidak selalu terjadi di daerah-daerah yang terdapat banyak maksiat.
Source: Republika December 29, 2018 06:56 UTC