“Dia tampak percaya diri,” kata Elio (Timothée Chalamet) kepada Marzia, seorang gadis muda Prancis seusianya yang tampak harus menghela napas melihat perhatian Elio yang tersedot ke luar jendela. Dari perkenalan pertama Elio dengan Oliver, kamera terus mengikuti gerak-gerik remaja yang tengah tumbuh ini yang terpesona pada Oliver yang bukan saja tampan tapi fasih menjelaskan etimologi dari kata buah ‘aprikot’ yang menurut dia mengalami sebuah perjalanan yang cukup kompleks. Sang ayah melanjutkan bahwa dia tahu betul anaknya dan Oliver mempunyai hubungan yang spesial dan itu jarang terjadi. Tetapi film ini, bagaimana pun sederhananya, adalah film yang berhasil menemukan seorang aktor berbakat luar biasa bernama Timothée Chalamet, 22 tahun, yang menjadi nomine Aktor Terbaik Oscar termuda dalam sejarah. Lihatlah bagaimana adegan akhir, diiringi lagu Sufjan Stevens dan bunyi detak kayu yang digigit api; lihatlah sepasang mata Elio yang menunjukkan seorang yang baru saja mengalami cinta pertama yang gugur.
Source: Koran Tempo February 04, 2018 01:52 UTC