Padahal, jembatan buatan Tiongkok yang menghabiskan anggaran USD 12 juta atau setara dengan Rp 160,5 miliar itu belum selesai dikerjakan. Lantas, jembatan tersebut ambruk pada 26 Juni. Jembatan di Busia County itu membentang sepanjang 50 meter di atas Sungai Nzoia. Dalam berbagai kampanyenya, Kenyatta, yang mencalonkan diri lagi sebagai presiden, mengklaim bahwa jembatan itu akan mengubah kondisi sosial-ekonomi penduduk sekitarnya. Pembangunan besar-besaran di Kenya dipakai sebagai strategi kampanye oleh Koalisi Jubilee yang mengusung Kenyatta dan William Ruto.
Source: Jawa Pos July 05, 2017 00:22 UTC