Metrotvnews.com, Jakarta: Kredit macet yang terjadi di Bank Papua ternyata tidak dipergunakan untuk membiayai proyek yang berada di tanah Papua. Dua debitur besar Bank Papua yang kreditnya macet, yakni PT Bahtera Sarana Irja (BSI) dan PT Vita Samudera (Vitas), mengajukan kredit ke Bank Papua untuk membiayai proyek di Jawa Timur dan Jawa Barat. Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp359 miliar.Terungkapnya kasus kredit macet di Bank Papua tidak lepas dari temuan bagian pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagian pengawasan OJK melihat ada potensi pelanggaran prosedur dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit di Bank Papua. Baru 50 persen persyaratan kredit yang diajukan, dananya sudah cair," tandasnya.Dirinya meminta F Zendrato selaku Direktur Utama Bank Papua dan jajaran belajar dari persoalan dan mencari langkah tepat menyelamatkan Bank Papua dan menjaga kepercayaan nasabah.
Source: Media Indonesia July 01, 2017 02:52 UTC