Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerahkan 6 anak buah kapal atau ABK WNI kepada anggota keluarga, Senin, 2 Maret 2018. Ke-6 ABK tersebut disandera oleh kelompok bersenjata di Benghazi, Libya sejak 23 September 2017. Namun segala hambatan itu terbayar lunas saat kelompok bersenjata di Benghazi, Libya, melepaskan para sandera. Walhasil, pada bulan itu, komunikasi baru bisa dilakukan antara Kementerian dan para ABK WNI serta ABK WNI dengan keluarga mereka. Satu hari setelah tiba di Benghazi, harapan untuk menjemput para sandera gagal, bahkan sampai hari kedua di Benghazi belum disepakati mekanisme dan lokasi penjemputan 6 ABK WNI yang disandera.
Source: Koran Tempo April 02, 2018 14:37 UTC