PENGUSAHA sedang harap-harap cemas karena nilai tukar rupiah konsisten menembus 17 ribu per dolar Amerika Serikat sejak awal pekan ini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan pelemahan kurs berisiko menyebabkan kenaikan inflasi dari sisi biaya produksi atau cost push inflation. Shinta mengatakan kondisi ini mengkhawatirkan bagi pengusaha, khususnya sektor manufaktur, baik yang berorientasi pada pasar ekspor maupun domestik. Sebab, industri manufaktur nasional masih amat bergantung pada komponen input produksi impor. Rupiah yang melemah terhadap dolar membuat biaya impor melonjak.
Source: Koran Tempo April 09, 2026 15:31 UTC