Rekaman liputan awan dan prakiraan hujan ekstrem di lokasi hilangnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu, 9 Januari 2021, pukul 15.00 WIB, dari pantauan Sadewa LAPAN. Ini seperti keterangan tambahan yang disampaikan Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin dengan menyertakan citra satelit berisi rekaman liputan awan dan prakiraan hujan ekstrem di lokasi yang sama pada Sabtu, pukul 15.00--pesawat Sriwijaya hilang kontak Pukul 14.40 WIB. "Tidak ada kondisi awan atau hujan ekstrem di titik kejadian," kata Thomas sambil menambahkan kondisi angin dan dinamika atmosfer secara lebih rinci masih dianalisis oleh tim peneliti di LAPAN. Analisis dinamika atmosfer saat Sriwijaya Air hilang pada 9 Januari 2021. (LAPAN)Analisis dinamika atmosfer juga mengungkap sistem konveksi skala meso telah terbentuk di atas Lampung dan Laut Jawa sejak Pukul 11.00 WIB.
Source: Koran Tempo January 10, 2021 13:41 UTC