Amonium nitrat ditimbun di gudang pelabuhan Lebanon selama enam tahun. REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan sebanyak 2.750 ton amonium nitrat ditimbun selama enam tahun di gudang pelabuhan, lokasi terjadinya ledakan amat masif yang mengguncang Ibu Kota Beirut, Selasa (4/8). Aoun menyebut penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan. Amonium nitrat adalah senyawa kimia yang biasa digunakan untuk pupuk dan menjadi campuran zat dalam konstruksi pertambangan. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab meminta kabinet pemerintahan menggelar rapat darurat terkait ledakan ini pada Rabu.
Source: Republika August 05, 2020 00:11 UTC